WELCOME TO OUR KNOWLEDGE

Selamat Datang...
Koleksi makalah untuk temen-temen S1 Jurusan Tarbiyah beserta tulisan-tulisan menarik lain

Jumat, 28 Agustus 2009

El Fikr... Let's to the Light

Idealisme versus Pragmatisme
Untuk sosok Mahasiswa

Pragmatisme adalah aliran pemikiran yang memandang bahwa benar tidaknya suatu ucapan, dalil, atau teori, semata-mata bergantung kepada berfaedah atau tidaknya ucapan, dalil, atau teori tersebut bagi manusia untuk bertindak dalam kehidupannya

Dengan kata lain bahwa pragmatisme adalah filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah yang bermanfaat dan berguna bagi manusia, so yang tidak berguna ditinggalkan.

Sedangkan Idealisme adalah suatu konsep yang diyakini oleh seseorang, yang mengatakan bahwa segala sesuatunya harus berjalan dengan ideal. Ideal di sini subjektif dipandang dari sisi orang yang bersangkutan. Baik, karena nilai Ideal di sini didasarkan pada subjektifitas maka Idealisme bisa dibedakan menjadi dua: yakni Idealisme Positif serta Idealisme Negatif. Meski begitu, pada umumnya yang dimaksudkan dengan Idealisme adalah Idealisme Positif.

Secara obyektif dibalik idealisme atas sosok mahasiswa, terdapat banyak hal yang masih jauh dari harapan. Ada kalanya mahasiswa dipuja sebagai pahlawan, tetapi di kala yang lain, mahasiswa dicela dan dinafikan. Dalam hal ini perlu dipahami, mahasiswa memang tidak bermakna tunggal, melainkan plural.

Secara ekstrim ada dua wajah berbeda. Ada sosok-sosok mahasiswa yang idealis, yang mencoba merealisasikan idealismenya itu ke konteks realitas. Lantas mahasiswa memainkan perannya yang nyata di tengah-tengah publik luas. Sosok-sosok mahasiswa seperti ini, tentu tergolong sebagai sosok-sosok yang dinanti-nantikan kehadirannya. Sebaliknya, ada pula sosok-sosok mahasiswa yang loyo. Yang tergerus oleh penyakit-penyakit zaman, yang menyerah dan terlindas oleh kereta api sejarah. Mereka tidak berperan, sebab telah menjadikan dirinya sebagai bagian dari penyakit sosial. Tentu saja ini merupakan sebuah sisi gelap dari sosok mahasiswa.

Sesungguhnya, yang perlu diprihatinkan lebih serius juga adalah, konteks cara pandang dan cara berpikir kalangan muda. Penyakit-penyakit sosial yang kelihatan tersebut akan diperparah oleh kekeliruan cara pandang (paradigma) dan cara berpikir, dalam merespon dan menyikapi sesuatu secara dewasa. Cara pandang, cara berpikir yang salah akan berimbas pada cara bertindak yang salah, dan sebentuk gaya hidup yang salah pula. Gaya hidup yang salah inilah yang memunculkan penyakit sosial, di mana mahasiswa loyo tak berguna. Cara pandang, cara berpikir, dan cara bertindak yang salah itulah pragmatisme. Demikian fatal adanya.

Singkat kata, dua wajah yang berbeda itu adalah idealisme versus pragmatisme. Kondisi eksternal yang ada saat ini, di tengah derasnya globalisasi, ditambah dengan situasi multikrisis yang tak kunjung reda, kita masih berada di terowongan gelap, dan belum tahu kapan pintu keluarnya, tampak sekali lebih banyak mendukung aksi-aksi pragmatisme.

Tawaran-tawaran jalan pintas untuk mengelola hidup secara praktis ditawarkan, walaupun hanya sebatas angan-angan. Tatkala jalan pintas menjadi pilihan utama untuk menuntaskan banyak hal, maka, banyak hal yang lebih krusial, lebih penting dan maknawi ditinggalkan dan diabaikan. Nilai-nilai kewajaran hidup tergeser oleh ideologi pragmatisme.

Sementara, idealisme makin menjadi hal yang langka, terkepung oleh pesan-pesan pragmatisme, yang sedemikian mengujam dan menukik kehidupan para mahasiswa.

BULETIN
EL FIKR
Genggam Dunia Dengan Berfikir

“Perjuangan Tak Semudah Membalik Telapak Tangan”
Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Salam Keilmuan…
Puji syukur marilah senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Al Kholiq Al Wahhab. Tuhan seru semesta alam. Pemberi rahmat bagi yang taat dan pemberi siksa bagi yang ingkar dan berkhianat.
Sholawat dan salam semoga selalu terlimpahkan kepada beliau Al Mujtaba, Nabiyulloh Muhammad SAW. Nabi terakhir, dan tak ada nabi setelah beliau.
Alhamdulillah kembali “El Fikr” sebagai salah satu unit kegiatan mahasiswa (UKM) STAIM dapat menerbitkan buletin purna semester, dengan harapan dapat menjadi sarana keilmuan dan intelektual mahasiswa.
Meski sederhana, namun tidak mengurangi bobot dan muatan layaknya sebuah buletin.
Bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, serta bulan kemerdekaan negara kita tercinta ini, maka tidak salah bila buletin ini terpanggil untuk mengangkat sebuah tema yang bertajuk “perjuangan”
So, mari berkreasi, berpikir, memburu ilmu dan genggam dunia dengannya.
Wassalamu Alaiakum Wr. Wb












KENAPA KITA HARUS MENJADI AKTIVIS??

Setiap Orang tua pasti menginginkan anaknya untuk sukses dalam bekerja dimana kategori sukses menurut orang tua adalah menjadi PNS atau pegawai kantoran,bahkan jadi tentara. Namun pernahkan ada orang tua yang menyarankan anak atau menantunya untuk bekerja menjadi aktivis, atau menjadi sang demonstran…?
Kata aktivis dalam penyerapan bahasa Indonesia adalah seorang yang aktif dalam berkegiatan atau orang yang dalam kehidupannya total memperjuangkan tujuan atau cita-citanya.
Bila kita masih dapat mengingat pelajaran sejarah dari zaman masih duduk di bangku sekolah sampai kuliah, maka kita tak bisa pungkirin bahwa kemerdekaan bangsa ini karena adanya aktivis-aktivis yang lahir dari para pemuda bangsa indoneisia.
Di era 60an lahir juga aktivis-aktivis dari dunia kemahasiswaan yang bicara dari hati, bicara tanpa ada rasa pamrih untuk sebuah perubahaan negara, yang pada saat itu banyak ketimpangan di negeri Indonesia.
Perjuangan tersebut dilanjutkan oleh para penerusnya yang masih memiliki keidialisan, pada era tahun 70an dimana para pemuda, mahasiswa mulai gerah melihat ketidak adilan yang dilakukan oleh pemimpin di jaman orde baru.
Di tahun 1998 genderang reformasi ditabuh dan mulailah bak jamur di musim hujan dimana tumbuh berbagai macam Yayasan, LSM yang memiliki Fokus dan kegiatannya beragam, visi, misi, pendekatan, dan isu yang dikembangkannya terbilang sangat luas dan banyak. Saat ini kita dapat melihat aktivis dari fokus kegiatan yang dilakukan, dan munculah sederet sebutan yang saat ini tak asing lagi bagi kita baik aktivis perempuan, aktivis HAM, aktivis hukum, aktivis lingkungan, dan lain sebagainya

Aktivis Dan Gerakan NGO (Non Goverment Organization)
Di zaman demokrasi pasca reformasi, yang ternyata membawa iklim baik bagi pergerakan aktivis di indonesia dimana mereka saat ini bekerja dengan di naungi oleh sebuah lembaga yang mempunyai payung hukum, ada yang berbentuk yayasan, perkumpulan,dll, begitupun gerak tujuannya.
Namun sayangnya pergerakan tersebut tak jarang lari dari sebuah rel yang seharusnya di emban NGO, maka tak heran seharusnya fungsi NGO adalah menjadi mitra pemerintah, atau meluruskan gerakan dari pemerintah yang terkadang sering keluar dari relnya. Maka tak heran ketika pemerintah berbuat salah, maka sejumlah kelompok NGO melakukan protes dan memberikan berbagi macam solusi untuk pemerintah, bila NGO bekerja sebagaimana mestinya dan ada kelegowoan dari pemerintah yang mau menerima kritik, maka bangsa ini akan menjadi bangsa yang dewasa yang pada akhirnya menjadi basang yang berkarakter, maju di segala bidang.
Bangga Menjadi Aktivis
Lahirnya aktivis di Indonesia banyak disebabkan karena ketidakpuasan atas kinerja pemerintah dalam melakukan pembangunnan yang lebih memihak pada kepentingan sepihak dibanding kepentingan mayoritas, selain itu juga banyak yang dipengaruhi karena ketidakpuasan terhadap produk hukum yang dikeluarkan oleh Negara. yang berujung pada ketidakseriusan dalam menindak kejahatan dan ketidakadilan.
Aktivis adalah mata rantai yang berfungsi sebagai jembatan dan penghubung. Maka bukankah tanpa aktivis segalanya akan terputus dan transparansi akan hilang??






Revolusi
Oleh : W.S. Rendra
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air
Saat ini kita masih terperangkap lingkaran setan
KEMISKINAN
KETIDAKPEDULIAN
KORUPSI
KERJA ASAL-ASALAN
Ayo, kita yang tidak mau lagi dijajah oleh
Kemiskinan dan kesusahan
Kini saatnya REVOLUSI kebangsaan!!!
Mari kita berjanji…
Aku
Warga Negara Indonesia
Kutumpahkan darahku,
Badanku dan hatiku
Berperang melawan
Kemiskinan dan kesusahan
Belajar dan bekerja sungguh-sungguh
Dengan semua kekuatan otot dan otakku
Menjadi pendobrak kemajuan
Bangsa dan keluarga
Demi masa depan
Indonesia bahagia dan sejahtera

Tidak ada komentar: